Mencoba Kelezatan Nasi Godog Pak Pathel, Bikin Rela Antre

nasi-godog-pak-pathel-jogja

Keistimewaan kota Jogja bisa datang dari apapun yang disuguhkan kota ini. Tak terkecuali dengan keberadaan Nasi Godog Pak Pathel yang terkenal akan kelezatannya.

Pecinta kuliner Jogja pasti tidak asing dengan nama makanan ini. Nasi Godog atau nasi rebus adalah menu andalan dari warung Sego Godog Pak Pathel yang berada di Sewon, Bantul.

Warungnya sederhana, hanya berupa teras kecil sebagai tempat makannya. Namun, cita rasa yang dihadirkan dari makanan khas Jogja ini spesial pake banget.

Cita Rasa Sego Godog Pak Pathel yang Spesial Istimewa bikin Rela Antre

nasi-godog-pak-pathel

Tempat jualannya memang kecil, tetapi jangan menganggap tidak ada yang spesial. Meskipun kecil, nyatanya pengunjung yang datang cukup banyak. Bahkan ada yang rela mengantre demi mencicipi kelezatan nasi rebus ini.

Pecinta nasi rebus Pak Pathel ini dijamin tidak sedikit. Hal ini dikarenakan cita rasa yang dihadirkannya begitu istimewa memanjakan lidah.

Satu porsi nasi godog dihidangkan dari nasi yang direndam dalam kuah bumbu rempah kental. Setelahnya hidangan diberi campuran telur, ayam suwir, kol atau kubis, wortel, dan sebagai taburan ada bawang goreng dan daun seledri.

Ditambah dengan kaldu yang membuatnya makin nikmat. Kalau mau yang pedas, pesan saja dengan tambahan cabai.

Menu andalannya memang nasi godog, tapi bukan berarti tidak ada menu lainnya. Hidangan lain yang tak kalah menggoyang lidah ada bakmi godog, bakmi goreng, dan nasi goreng.

Sedang minumannya disediakan teh, jeruk, dan kopi. Menu-menu ini lebih pas digunakan sebagai menu makan siang. Meski disantap pada malam hari dengan cuaca dingin tidak kalah nikmat.

Uniknya, minumannya tidak ada yang dingin alias panas semua. Dan tidak menggunakan gula pasir melainkan menggunakan gula batu sebagai penggantinya. Penyajian minumannya juga masih menggunakan cangkir besi yang semakin menambah kesan klasik.

Makin Keroncongan dengan Antrian yang Penuh

Kepopuleran warung milik Pak Pathel ini menjadikannya begitu banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan. Bahkan tak tanggung-tanggung, mereka rela mengantre meski datang dari jauh. Ditambah lagi pas waktunya makan siang, dijamin padat dan makin keroncongan saja saat mengantre.

Bukan hanya itu saja loh, proses memasaknya yang satu-satu di atas tiga kompor anglo. Proses memasaknya ini memang membuatnya menjadi ciri khas selain menjaga cita rasa masakan yang dijualnya.

Rasa masakannya begitu dijaga karena Pak Pathel selalu mencicipi masakan buatannya. Selain itu, Pak Pathel langsung turun tangan sebagai juru masak di warung ini. Sedangkan untuk pemotongan bahan beliau dibantu oleh istri tercinta. Satu orang lagi bertugas mencatat orderan yang masuk.

Tenang, proses memasaknya tidak terlalu lama, sekitar lima hingga sepuluh menit. Tidak sampai menjadi bubur kok, masih berbentuk nasi. Bahan dan proses memasaknya mirip dengan membuat bakmi Jawa.

Hanya bahan utama masakannya diubah menjadi nasi. Oh iya, jumlah alatnya juga sedikit sehingga kamu pun harus rela mengantre lagi.

Kalau sudah begitu, siap-siap mengganjal perut dulu ya. Tak sedikit yang pernah mengantre hingga tiga jam hanya untuk menjajal kelezatannya. Sanggup menunggu sekian jam dengan perut kelaparan?

Sediakan roti agar tidak terlalu meronta perutnya ya sebagai ganjalan. Tapi kamu nggak akan nyesel kok dengan rasanya, dijamin rasa menunggumu akan terbayarkan dengan rasa enaknya.

Suasana Warung Klasik bikin Nyaman

Suasana warungnya yang berupa teras kecil ini sangat sederhana dan klasik. Sebenarnya, kamu bisa memilih ingin menyantap di luar atau di dalam. Jika di luar itu artinya di teras, duduk di kursi bambu atau lincak yang disediakan.

Kalau mau lesehan harus masuk ke dalam rumah, Itu pun dengan nuansa ruang tamu memanjang yang dimanfaatkan untuk berjualan. Meskipun cocoknya disantap siang hari.

Nyatanya warung ini buka dari Isya yaitu pukul 19.00 hingga pukul 02.00 dini hari atau jika bahan utama membuat masakan sudah habis. Tak kalah nikmat untuk menemani suasana malam yang dingin.

Keunikan Warung Nasi Godog Pak Pethel

Keunikan yang lain yang bisa kamu dapatkan yaitu dari etalase pajangan bahan makanannya. Jika kebanyakan menggunakan gerobak, maka di sini memanfaatkan etalase bekas jualan jus.

Nama pathel atau pethel sebenarnya hanyalah nama panggilan. Sedangkan nama asli Pak Pathel adalah Pak Slamet. Pathel sendiri memiliki arti rajin. Usaha ini sudah dirintis sejak tahun 1986.

Konon dari ceritanya, kuliner ini tercipta karena paman dari Pak Pethel masuk angin dan meminta untuk dibuatkan bakmi godog hanya saja mienya diganti dengan nasi.

Ternyata menu tersebut cocok untuk masuk angin, akhirnya dari sana mulailah usaha ini.

Harga dan Lokasi Sego Godog Pak Pathel

Satu porsi nasi godog ini tidaklah mahal, cukup bersahabat dengan kantong yaitu Rp15.000,- sudah plus minum. Penyajiannya di mangkok keramik untuk menjaga panasnya nasi agar tahan lama.

Untuk kamu yang penasaran dengan rasanya, alamat lengkap warungnya berada di Ngaglik, Desa Bandung Kulon, Pandowoharjo. Usaha ini sudah ada di Google Maps kok jadi tidak perlu bingung kalau mau ke sini.

Rutenya bisa melewati Jalan Parangtritis lurus ke selatan sampai bertemu pertigaan Tembi. Dari pertigaan belok kanan alias ke barat sampai melalui jembatan dan tiba di perempatan.

Dari perempatan kecil beloklah ke utara alias belok kanan, lurus saja hingga menemukan warungnya yang berada di barat jalan. Sebaiknya pasang mata baik-baik ya karena tempatnya agak gelap dan papan nama untuk warungnya kecil.

Tips Mengunjungi Nasi Godog Pak Pathel

Jangan sampai lewatkan tips ini ya demi kenyamananmu menyantap sajian di sini.

  • Booking Dulu

Kamu bisa menghubungi nomor yang tertera di banner atau di Google Maps sebelum kemari. SMS atau telepon ya, tidak bisa WhatsApp atau aplikasi chatting lain. Pastikan untuk memesan menunya terlebih dahulu. Ingin berapa porsi dan datang pukul berapa agar disiapkan

Cara ini untuk kamu yang tidak mau mengantre terlalu lama. Kalau belum booking ya siap-siap mengantre. Durasi antriannya tergantung keramaian warung. Karena dalam sehari Pak Pathel bisa membuat puluhan hingga seratus porsi lebih. 

Keramaiannya sendiri tidak bisa diprediksi pada pukul berapa. Sehingga satu-satunya alternatif yang booking dulu. Jangan lupa untuk membawa makanan ringan sebagai peneman menunggu kala mengantre.

  • Kenakan Pakaian yang Hangat

Tips yang kedua yaitu gunakan pakaian yang hangat jika berkunjung, Ini kareena cuaca di malam hari yang dingin dan belum tentu kamu mendapat tempat duduk sehingga harus mengantre.

Jika tidak mengenakan pakaian hangat, bisa-bisa kamu kedinginan. Meskipun nantinya akan dihangatkan oleh panasnya nasi dan wedangnya, tetap saja kenakan pakaian hangat agar tidak masuk angin.

Bagaimana, tertarik untuk mencoba Nasi Godog Pak Pathel yang legendaris ini? 

Kuliner malam yang menggugah selera dan jaminan lezat bikin perut kenyang.

Related Posts

Leave a comment

Call WA Now